Direktur LPAP Bongkar Alasan Jokowi Pecat Anies Baswedan dari Menteri Pendidikan - Indonesia-News.id

Breaking

Post Top Ad

Post Top Ad

Selasa, 18 September 2018

Direktur LPAP Bongkar Alasan Jokowi Pecat Anies Baswedan dari Menteri Pendidikan

Direktur LPAP Bongkar Alasan Jokowi Pecat Anies Baswedan dari Menteri Pendidikan
Indonesia-news.id - Anies Baswedan sebelumnya diyakini sebagai orang baik yang tepat untuk memimpin Kementerian Pendidikan karena selain tokoh pluralisme,ia juga memiliki latar belakang pendidikan.

Namun kenyataannya tidak sesuai harapan,Anies gagal memimpin kementerian dengan alokasi anggaran terbesar itu. Itulah alasan presiden Joko widodo memecat Anies Baswedan.

Adalah Abi Rekso, Direktur Lembaga Pemantau Akuntabilitas Pendidikan (LPAP) yang membeberkan fakta tersebut, Senin (13 Maret 2017).

“Bila dibandingkan era M. Nuh, Key Performance Index Anies lebih buruk saat masa transisi,” jelas Direktur LPAP tersebut.

Key Performance Index (KPI) dihitung berdasarkan penilaian indeks prestasi sekolah, persentase perkelahian pelajar dan juga indikator kompetensi guru. Grafik di masa Anies terus menurun, jauh lebih baik di era M Nuh.

“Sebagai seorang tokoh pluralisme, tidak ada perubahan signifikan di era Anies,” Jelas Abi.

Siswi berhijab dan kewajiban membaca Al-Quran disekolah-sekolah Jakarta menjadi indeks pengukur perbandingan pluralisme yang diukur  LPAP.

Selain itu dugaan praktik korupsi yang dilakukan Anies juga disoroti oleh LPAP. Seperti kasus kelebihan dana sertifikasi guru yang mencapai Rp 23.3 triliun serta proyek pembelian VSAT yang dikabarkan menyeret adik kandung Anies,Rasyid Baswedan.

“Indonesian Corruption Watch mengatakan adanya manipulasi 381 proyek pembelian jasa dan barang mencapai Rp 942 miliar di era Anies,” umbar Abi.

Dengan anggaran sebesar 20% dari APBN, Anies tidak dapat menyalurkannya dengan baik kedaerah-daerah. Dimana sebagian besar anggaran digunakan untuk membayar gaji atau biaya pegawai-pegawai.

Lalu ia juga mengkritik kebijakan Anies yang dinilai hanya untuk mencari popularitas.

“Para menteri baru terpaku pada populisme, seperti Anies meminta orangtua murid untuk mengantar anak ke sekolah, lalu bagaimana jika sianak yatim piatu?” kritik Anggi.

Adapun LPAP dibentuk akibat background pendidikan di Indonesia yang jauh tertinggal dari standar pendidikan global.

“LPAP akan mengawal Nawacita dalam implementasi pendidikan nasional dan mendorong akuntabilitas serta profesionalisme birokrasi pendidikan,” pungkas Abi.


Sumber : https://goo.gl/Qn61fH
Baca Juga :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad