Rupiah Mulai Bergerak Menguat 15.000 per USD - Indonesia-News.id

Breaking

Post Top Ad

Post Top Ad

Jumat, 07 September 2018

Rupiah Mulai Bergerak Menguat 15.000 per USD

Rupiah Mulai Bergerak Menguat 15.000 per USD
Rupiah Mulai Bergerak Menguat 15.000 per USD

Indonesia-news.id - Rupiah kembali menguat dan mulai menjauh dari level 15.000 terhadap Dolar Amerika Serikat (USD). Mengutip data Bloomberg, pagi ini Rupiah dibuka di Rp 14.868 per USD atau menguat dibanding penutupan perdagangan kemarin di Rp 14.893 per USD.
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengungkapkan penguatan Rupiah tidak bisa lepas dari peranan Tuhan, pemerintah dan para pengusaha. "Karunia Allah juga kan ini bahwa Rupiahnya stabil menguat," kata Perry di Kompleks BI, Jumat (7/9).

Perry juga mengapresiasi langkah pemerintah yang terus berupaya melakukan beberapa kebijakan untuk menguatkan Rupiah. "Konteks itu saya tentu saja apresiasi kepada pemerintah yang telah dan akan terus melakukan langkah-langkah konkret untuk menurunkan defisit transaksi berjalan. Saya garisbawahi konkret karena memang sejumlah langkah telah dan akan terus dilakukan," ujarnya.

Beberapa langkah tersebut diantaranya adalah penerbitan kebijakan baru yakni program campuran 20 persen Biodiesel dengan solar (B20). Hal tersebut bertujuan untuk menyehatkan defisit transaksi berjalan atau Current Account Deficit (CAD), sebab, dapat menekan impor migas.

Pemerintah juga baru saja mengeluarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) yang resmi merevisi naik tarif Pajak Penghasilan (PPh) 22 untuk 1.147 barang impor. Pengenaan tarif ini dikelompokkan menjadi tiga bagian pos tarif sesuai dengan tingkat kepentingan barang di dalam negeri. "B20 kan sudah implementasi terus kemarin bu menkeu (Sri Mulyani) sudah mengumumkan mengenai PPh impor," ujarnya.

Selain itu, Perry juga menegaskan bawha sektor pariwisata juga telah memberi sumbangsih bagi penguatan cadangan devisa. "Langkah ini saya meyakini bahwa defisit CAD akan menurun tidak hanya tahun ini tapi juga tahun depan akan turun signifikan. Dan karena itu juga akan mendukung stabilitas nilai tukar Rupiah."

Selain itu, Perry juga mengapresiasi para pengusaha yang telah menukar valuta asing (valas) yang mereka miliki. "Juga apresiasi para pengusaha yang mempunyai devisa khususnya valas dan menjual valasnya, itu menambah suplai di pasar sehingga dua hari ini suplai demand terus berlangsung dan itu juga bagian penting mengenai pergerakan nilai tukar yang stabil dan hari ini menguat."

Dia juga menegaskan BI akan terus berkomitmen menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah dan melakukan intervensi pasar.

Baca Juga :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad